<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–>
<!–[endif]–>AIDS
mengerti seharus yang harus kita mengerti
adalah mahanestapa: mengunjuk mewujudi diri
ketika saat maut bukan lagi sebuah rahasia
semakin dekat: batang rokok – ujungnya bara!
Dan Detak Jam Menghentak
: pengidap AIDS
ada yang menangis bergelapan
sendirian, kesedihan dan kesakitan
dan niat bunuh diri: berlintasan!
di depan kaca, berkaca, mengaca
bayang-bayang menepuk-nepuk pipi
gugur rambut
mengelupas
kulit
memunguti lagi
memori ketika diri
terhina tercaci
hidup pada waktu yang dipinjamkan
tersuruk di balik kutuk penyakit
bila sahabat dekat menjauh jarak
saat itu kau temukan alasan
kenapa hidup mesti dipertahankan
Adyyii berkata,
November 13, 2008 @ 14.49
Puisi ini sangat menyentuh hati para pendengarnya, dan smoga dpt membuat para pengidap aids dapat terhibur…