Puisi Untuk Memperingati Hari AIDS Sedunia

<!–[if gte vml 1]&gt; &lt;![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>AIDS

mengerti seharus yang harus kita mengerti
adalah mahanestapa: mengunjuk mewujudi diri
ketika saat maut bukan lagi sebuah rahasia
semakin dekat: batang rokok – ujungnya bara!

Dan Detak Jam Menghentak

: pengidap AIDS

ada yang menangis bergelapan
sendirian, kesedihan dan kesakitan
dan niat bunuh diri: berlintasan!

di depan kaca, berkaca, mengaca
bayang-bayang menepuk-nepuk pipi
gugur rambut
mengelupas
kulit
memunguti lagi
memori ketika diri
terhina tercaci

hidup pada waktu yang dipinjamkan
tersuruk di balik kutuk penyakit
bila sahabat dekat menjauh jarak
saat itu kau temukan alasan
kenapa hidup mesti dipertahankan

1 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    Adyyii berkata,

    Puisi ini sangat menyentuh hati para pendengarnya, dan smoga dpt membuat para pengidap aids dapat terhibur…


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.