PANGLIMA TNI MELANTIK 270 ORANG PERWIRA PRAJURIT KARIR TNI

PUSPEN TNI (18/7/07) Kecenderungan meningkatnya gejala primordialisme, separatisme, fundamentalisme serta kekerasan sosial dapat berkembang menjadi ancaman bagi keutuhan dan kedaulatan NKRI. Hal tersebut akan berdampak terhadap tugas TNI di masa mendatang yang akan menjadi semakin berat dan komplek. Segala permasalahan itu harus dijawab dengan suatu tindakan nyata yang membuktikan bahwa komitmen TNI hanyalah satu yaitu senantiasa bersama rakyat untuk terus menjaga dan mengawal keutuhan bangsa. Komitmen yang tidak akan surut sebesar apa pun tantangan dan hambatan yang harus dihadapi.

Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto, pada Prasetya Perwira Prajurit Karier TNI Tahun Ajaran 2006 di Akademi Militer Magelang,Selasa(18/7)
Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa sesuai jati diri sebagai prajurit pejuang, kita semua sangat memahami akan arti tugas dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Dengan pemahaman yang mendalam itulah kita tidak akan pernah berpikir sedikit pun untuk melakukan sesuatu tindakan pengkhianatan terhadap apa yang telah dicita-citakan, dirintis dan dibangun oleh para pendahulu kita dalam menegakkan, menjaga dan mengawal keselamatan bangsa.

Bagi TNI, menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar dan akan diperjuangkan sampai kapan pun. Sikap ini bukan merupakan sesuatu yang berlebihan, sebab hal ini sudah merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi dasar negara kita yang harus tetap kita jaga kelestariannya, tegas Panglima TNI.

Dalam Tahun Ajaran 2006 ini telah dilantik sebanyak 270 orang Perwira baru, yang terdiri dari 227 orang Perwira Pria (Angkatan Darat 94 orang, Angkatan Laut 67 orang dan Angkatan Udara 66 orang) dan 43 orang Perwira Wanita (Angkatan Darat 17 orang, Angkatan Laut 10 orang dan Angkatan Udara 16 0rang).

Para Perwira baru tersebut bersumber dari lulusan Perguruan Tinggi Strata-1 dan Diploma-3 dari berbagai jurusan dan disiplin ilmu yang telah menyelesaikan pendidikan dasar keprajuritan selama 7 bulan di Akmil Magelang untuk pria, dan di Pusdik Kowad Bandung untuk Perwira Wanita.

Lulusan terbaik pada pendidikan Perwira PK TNI Pria adalah Matra Darat Sujadi Dwi Setiyanto, D. Eng, Matra Laut Agung Susetio, B. Eng dan matra Udara Alam Hidayat, Amd. Sedangkan Perwira PK TNI Wanita adalah Matra Darat Gustina R, S.Si, Apt., Matra Laut dr. Endang Listyaningsih dan Matra Udara Irene Mahari, SH.

Pada akhir amanatnya Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto, menegaskan bahwa pengabdian sebagai prajurit TNI, pada hakikatnya merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan, namun disisi lain juga mengandung konsekuensi yang tidak ringan, karena tantangan tugas prajurit sebagai Bhayangkari Negara. Dengan falsafah pendidikan TNI “Dwi Warna Purwa Cendekia Wusana”, mengandung makna bahwa proses kaderisasi para Perwira tersebut diharapkan akan menghasilkan prajurit dengan tingkat keterampilan teknis keprajuritan yang tinggi, yang selalu disemangati dengan jiwa “Merah Putih” dalam setiap pengabdiannya.

6 Tanggapan so far »

  1. 1

    vedi said,

    Selamat kepada mereka semua…
    Semoga mereka bisa mengemban amanah dengan baik. Amien…

  2. 2

    taufik hidayat nst said,

    akhir2 ini mengapa TNI yg sejatinya berasal dari rakyat cenderung menganiaya rakyatnya sendiri terutama rakyat kecil, banyak kasus2 penyalahgunaan wewenang dan tanggung jawab, ingat negara ini merdeka karena perjuangan rakyat yg terdiri dari berbagai unsur masyarakat misalnya laskar2, mantan KNIL,PETA, dan yg paling revolusioner dan berani di medan juang kala itu adalah masyarakat buruh dan petani. oleh karena itu dengan adanya PRASPA TNI ini para perwira2 tersebut tidak boleh mengkhianati rakyat indonesia, jadi jgn sampai terulang lagi tragedi pelanggaran HAM seperti ALASLOGO,DOM,TANJUNG PRIOK dll. sekian trima kasih JAYALAH TENTARA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA !!!

  3. 3

    tempattidur said,

    Mohon segera dibalas ke email saya

    nanya pak….saya tertarik dengan prajurit karier…tp kira-kira berapa puluh juta yang harus saya persiapkan untuk menjadi prajurid karier….trimakasih

  4. 4

    rona said,

    selamat untuk semuanya semoga dapat mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat terhadap keadaan bangsa indonesia sekarang ini.maju terus pantang mundur junjung tinggi nama bangsa indonesia.

  5. 5

    rona said,

    untukk taufik hidayat : saya menanggapi tentang TNI yang sering menganiaya rakyat untuk masalah ini jangan melihat dari satu sisi saja dalam artian menyudutkan TNI tetapi kita harus mempunyai banyak pandangan dalam menyelesaikan masalah karena yang namanya kehidupan masyarakat itu keras butuh banyak teori maupun pengaplikasisnnya.jadi berfikirlah positif dan melihat banyak sudut pandang terlabih dahulu.ok!

  6. 6

    rona said,

    untuk menjadi seorang TNI bukan uang yang berbicara dan menjadikan ini semua terwujud apa yang diinginkan.sebagai warga negara yang demokratis dan negara hukum.jalanilah prosedur yang ada. antara lain mengikuti tes yang telah ditetapkan akademis,fisik dan lainnya.tes ini manfaatnya untuk diri kita pribadi karena seorang tentara harus memiliki otak yang cerdas, fisik yang kuat, dan rohani yang gigih.uang tidak dapat menjadikan kita seperti ini akan tetapi mengancurkan bangsa ini karena di bibiti yang tidak bagus dan akan menghasilkan buah yang tidak bagus pula. jAdi usaha, doa, dan yakin maju terus pantang mundur.
    SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT!! MERDEKA!!!!!!


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: