Menguak Misteri Kemuliaan Dalam Sholat Subuh

MisterisubuhJudul : Keajaiban Sholat Subuh

Penulis : Imad Ali Abdus Sami Husain

Penerbit : Wacana Ilmiah Press (WIP)

Cetakan : VII Juni 2006

Tebal : 168 hal.

Buku ini adalah salah satu pemberian sahabat baik saya yang mengirimkannya sekitar pertengahan November tahun lalu.

Ada tiga buku yang dia kirim untuk saya, dua buku religi dan satu buku remaja, meskipun sahabat saya itu tau, saya bukan remaja lagi. Terima kasih sekali atas sumbangan beberapa bukunya. Pasti sangat bermanfaat untuk saya. Pasti…


Penulis buku Keajaiban Shalat Subuh ini adalah seorang Doktor Bidang Dakwah dan Tsaqofah Islamiyah Universitas Al Azhar Kairo. Buku ini disusun atas latar belakang keprihatinan Beliau tentang diremehkannya pelaksanaan shalat Subuh oleh umat Islam, padahal di dalamnya terkandung kemuliaan yang agung. Buku ini berusaha mengungkapkan keajaiban dan misteri kemuliaan yang ada di balik pelaksanaan shalat Subuh. Keluasan wawasan sang penulis, ditambah kedalaman pengetahuannya akan nash-nash syar’i, menyadarkan kepada kita ihwal keistimewaan shalat Subuh yang selama ini kurang banyak dimengerti oleh umat Islam.

“Barangsiapa yang melaksanakan sholat isyak secara berjamaah, maka ia seperti sholat malam separuh malam, dan barang siapa yang melaksanakan sholat subuh secara berjamaah, maka ia seperti sholat malam satu malam penuh” (HR. Muslim

Demikian jelas seperti ditulis dalam pengantar buku ini, bahwa sholat subuh merupakan sholat yang “istimewa”. Sholat subuh menjadi tolok ukur keimanan seseorang. Seperti sabda Rasul saw berikut : “Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya’ dan Subuh.” (HR. Ahmad).

Mengapa berat? Mengapa mata seakan sulit dibuka ketika azan subuh berkumandang? Kita seolah enggan memercik muka dengan air wudhu untuk kemudian bergegas menuju masjid, bahkan malah memilih membenamkan diri di balik selimut untuk melanjutkan mimpi. Tidak sedikit dari kita yang meremehkan pelaksanaan sholat subuh secara berjamaah. Sholat Subuh berjamaah biasanya hanya diikuti oleh “sedikit sekali” umat Islam itupun hanya mereka yang sudah berusia lanjut saja yang mengisi shaf-shaf terdepan. Di mana kita? kaum muda yang katanya penuh semangat ini bersembunyi?

Sesungguhnya masjid-masjid itu merintih dan mengeluh karena dijauhi oleh mayoritas manusia ketika sholat subuh dilaksanakan. Kalau bukan karena ketentuan Allah bahwa benda-benda mati tidak bisa berbicara, tentu manusia bisa mendengar suara rintihan dan keluhan masjid itu kepada Robbnya.

Buku ini sangat praktis dan penting untuk dimiliki oleh kaum muslimin karena selain rujukan ayat ayat kebanyakan adalah ayat-ayat yang sering kita baca. Di dalam buku ini juga dimuat beberapa kiat prakstis agar kita mampu menjaga / memelihara sholat subuh secara konsisten dan hukum penting terkait dengan sholat subuh.

1 Response so far »


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: