Zakat-Sedekah

KAUM Muslimin yang berbahagia. Bulan Ramadan adalah bulan yang memotivasi untuk berlomba dalam melakukan segala macam kebaikan, kedermawan, dan ihsan.
Ia juga merupakan bulan kepedulian dan kepekaan untuk untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang tidak mampu, bulan kerja sama dan solidaritas. Kita akan menelusuri nilai-nilai ini bersama-sama dalam catatan-catatan berikut ini.
Rasulullah SAW berada di urutan pertama orang-orang yang berlomba menunjukkan kebaikan, kedermawanan, dan ihsan.
Imam Bukhari dan Muslim rahimahumallah, meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA berkata, “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, tapi puncak kedermawanannya adalah di bulan Ramadan saat Jibril menemuinya. Sungguh, saat ditemui Jibril itulah, kedermawanan Rasulullah SAW dalam memberi kebaikan lebih bak dari angin yang membawa berkah”.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan ihwal Rasulullah SAW dalam bersedekah seperti berikut, “Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak bersedekah dengan segala yang dimilikinya”.
Beliau tidak pernah merasa kekurangan atau menganggap terlalu kecil terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya.
Beliau memberi tanpa beban, seperti orang yang tidak takut jatuh miskin karenya. Memberi adalah kesukaannya. Kebahagiaan beliau adalah ketika dapat memberi lebih besar daripada kebahagiaan orang yang menerima pemberian dari orang lain.
Tidak diragukan bahwa hak harta yang paling besar yang harus ditunaikan oleh umat Islam zakat fardhu yang merupakan salah satu rukun Islam. Fondasi yang kokoh dan setara dengan salat.
Allah SWT berfirman, “Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Al Muzzammil [73]: 20)
Oleh karena itu, Allah menetapkan pahal yang besar dan balasan yang banyak bagi orang yang menunaikannya dan menjadikannya sebagai pengganti yang akan diterima di dunia dan akhirat.
Kebaikan yang diterima karena zakat akan dilipatgandakan oleh Allah SWT tanpa batas. Allah SWT berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir; seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Al-Baqarah: 261)
Sebaliknya orang yang menolak memberi zakat berarti telah melakukan kesalahan fatal dan pantas mendapatkan dosa besar di dunia dan akhirat.
Ancaman di akhirat bagi orang yang menolak memberikan zakat jauh lebih keras akan dimasukkan ke dalam neraka dan disempitkan kuburannya.
Sedangkan ancaman di dunia bagi orang yang menolak berzakat, maka kehidupan dalam sehari-hari akan selalu kekurangan dan setiap hari ada masalah yang diberikan Allah SWT.
Rasulullah SAW besabda tunaikan zakat hartamu agar menjadi perisai yang menjagamu dari api neraka.
“Jauhilah neraka, meskipun hanya dengan sebelah buah korma. Tunaikanlah zakat hartamu sebelum engkau meninggalkannya atau harta itu meninggalkanmu, sehingga engkau menanggung beban sedangkan orang lain yang menikmatinya.”
Untuk itu mari kita manfaatkan musim kebaikan yang agung ini, karena ia merupakan musim perniagaan yang menguntungkan dan menjadi ajang perebutan orang-orang yang suka bersaing.
Perbanyaklah zakat, sedekah, dan infaq untuk mensucikan harta kita, membersihkan jiwa kita, mencukupi kebutuhan suadara-saudara, tolong menolong dalam melakukan kebaikan dan untuk tabungan kita di akhirat. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: