PRAJURIT KESEHATAN AD TAK PERNAH BERHENTI MENGABDI

Sejarah perjuangan dan pengabdian Kesehatan Angkatan Darat (Kesad) tidak terlepas dari perjuangan bangsa dan negara, baik dalam rangka mempertahankan Kemerdekaan Negara RI maupun dalam mengisi Kemerdekaan.

Kesad berdiri, tumbuh, dan berkembang bersama dengan perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) secara resmi dibentuk 5 Oktober 1945, maka pada tanggal 26 Oktober 1945 diangkatlah Mayor Jenderal dr Soehardo Kertohusodo sebagai Kepala Bagian Kesehatan TKR. Tanggal 26 Oktober 1945 ini secara resmi dinyatakan sebagai �?Hari Jadi Kesehatan TNI Angkatan Darat?, dengan Keputusan Men/Pangad No: Kep/716/VI/1967 tanggal 17 Juni 1967.

Bagian Kesehatan TKR ini kemudian Dinas Kesehatan Tentara atau lazim disebut DKT.

Pada periode tahun 1945 sampai 1949 merupakan masa perjuangan fisik yang berat. Karena disamping ikut berjuang mempertahankan Kemerdekaan Negara RI dari ancaman penjajah Belanda, Kesehatan TNI AD juga bertanggung untuk penataan dan pengembangan organisasi.

Peranan Kesad dalam operasi militer sudah berjalan sejak sebelum dan pada masa awal berdirinya Kesad. Kesad tidak pernah absen memenuhi panggilan suci dengan penuh rasa kemanusiaan dan terus menerus memberikan dukungan kesehatan secara optimal, baik dalam rangka operasi militer penumpasan pemberontakan dan berbagai operasi tempur di dalam negeri seperti Operasi Trikora, Operasi Dwikora, dan operasi pemberantasan GPK di daerah Timor Timur, Irian Jaya dan Aceh. Bahkan dalam tugas internasional keikutsertaan Kesad dalam memberikan dukungan kesehatan diwujudkan melalui pengiriman Tim Kesehatan Kontingen Garuda ke Mesir, Kongo, Vietnam, Timur Tengah dan Kamboja.

Pada tahun 1994 dikirim Batalyon Kesehatan Garuda XIV-A ke Bosnia Herzegovina bergabung dengan pasukan PBB, yang kemudian berturut-turut digantikan oleh Kontingen Garuda XIV-B, D, dan F.

Bulan Januari-Februari 2004 ke Iran sebagai Tim Satgas Bantuan Kemanusiaan untuk korban bencana alan ke Republik Iran. Sebelumnya, September 2003 penugasan ke Bunia Kongo, afrika bergabung dengan Satgas Kompi Zeni TNI Monuc XX-C, Oktober 2005 sebagai penjaga perdamaian PBB.

Dalam tugas kemanusiaan yang merupakan bukti kepedulian Kesad terhadap masalah kesehatan yang dihadapi rakyat, diwujudkan dalam bentuk peran serta dalam operasi bhakti seperti pengobatan massal, operasi bibir sumbing, operasi katarak, dan khitanan massal di berbagai pelosok Nusantara. Patut pula dicatat berbagai kegiatan yang dilaksanakan Kesad, antara lain ikut serta meringankan penderitaan korban yang terlibat dalam konflik di Maluku, Kalimantan, kepulauan Riau, Irian Jaya, perbatasan Nusa Tenggara Timur, dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) maupun korban akibat bencana alam di Aceh, Nias, Alor, dan Padang.

Pengerahan personel Kesad terbesar sepanjang sejarah Kesad adalah pengiriman tenaga medis ke daerah bencana alam tsunami di provinsi NAD dalam TMMD Tanggap Darurat. Tidak kurang dari 130 tenaga medis dari Kesehatan Angkatan Darat diterjunkan ke daerah bencana dengan tiga tahap, termasuk didalamnya 25 tenaga medis Kowad yang diperbantukan di Rumkit Angkatan Darat di Banda Aceh. Selain personel dalam jumlah besar, Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (Ditkesad) juga mendirikan dua buah rumah sakit lapangan di Meulaboh.

Personel Kesehatan AD yang cukup banyak ini masih terasa kurang dibandingkan jumlah korban luka dan sakit yang harus ditangani. Pada pelaksanaan TMMD Tanggap Darurat, personel Kesehatan dibagi dan disebar ke berbagai Kesatuan dan tempat-tempat yang terpencil, terutama yang tidak terjangkau oleh tim relawan Kesehatan yang sudah berada di NAD.

Dalam melaksanakan tugas pokoknya di bidang pembinaan Kesehatan AD, Direktur Kesehatan AD (Dirkesad) Brigjen TNI dr Heridadi, M.Sc, mengatakan saat ini Kesehatan AD tiap tahunnya membutuhkan 50 tenaga dokter baru, tapi baru bisa dipenuhi sekitar 15 persen.

Keterbatasan personel, anggaran dan peralatan bagi prajurit kesehatan, kata Dirkesad yang ke-26 itu bukan merupakan hambatan dalam melaksanakan tugas pokoknya dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi prajurit, PNS beserta keluarganya. Ditkesad beserta jajarannya akan tetap memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada prajurit, PNS dan keluarganya.

Dalam perjalanan sejarahnya Kesehatan AD saat ini, telah banyak mengalami kemajuan yang berarti. Untuk itulah dalam peringatan Hari Jadinya yang ke-60, tanggal 26 Oktober ini digelar kemampuan-kemampuan personel Kesehatan beserta peralatan paling modern yang dimiliki Kesehatan AD.

Menyangkut masalah produk obat yang dihasilkan Lembaga Farmasi Angkatan Darat (Lafiad) milik Ditkesad saat ini mutunya tidak kalah dengan produk obat-obatan yang ada di pasaran. Hal ini disebabkan produk obat dari Lafiad telah teruji dan mendapat pengakuan dari Departemen Kesehatan, baik mutu maupun Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), ucap Brigjen TNI dari Heridadi, M.Sc.

Dirgahayu Kesehatan Angkatan Darat!

 

Iklan

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    reko said,

    hallo dik!

    salut untuk blog nya, selamat berjuang, semoga sukses selalu.

    reko-atambua

  2. 2

    agung_toro said,

    tolong di PUSDIKKES TNI-AD jagngan bnyak malakin siswanya nanti matinya tersiksa, apalagi zaman dan pusdik chairunan dah gilak pusdikjdinya


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: