JEMBATAN RAKYAT

Rangkaian kepedihan yang melanda bangsa ini seakan tak habis-habisnya. Belum kering air mata di Aceh, telah bersusulan bencana lain. Gempa bumi tektonik yang terjadi di Yogya juga belum terhapus, sudah disusul musibah lain yakni banjir lumpur panas berbau gas di Porong Sidoarjo.

Inilah nasib yang harus diterima negeri ini. Tetapi semua itu tidak perlu disesali, namun yang pasti harus segera ditangani. Siapapun anak bangsa di neri ini yang memiliki hati nurani, seharusnya peduli dan terlibat memberikan bantuan, tak terkecuali adalah TNI.

Semburan lumpur panas itu adalah akibat bocornya pipa PT Lapindo Brantas di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Kebocoran ini menimbulkan kerusakan yang tak sedikit jumlahnya. Bahkan banjir Lumpur panas berbau gas itu telah mengancam kehidupan warga di beberapa desa di Kecamatan Porong, yakni, Desa Siring, Desa Reno Kenongo, dan Desa Jatirejo.

Akibat belum mampunya manajemen menangani persoalan ini, hampir saja memicu kemarahan warga sekitarnya. Warga Desa Siring, Kecamatan Porong, misalnya, mengancam akan membongkar tanggul yang dibuat untuk menahan agar genangan lumpur tidak naik ke jalan tol. Sementara ada penanggulangan atas musibah ini, namun luberan banjir lumpur panas terus berlangsung hingga menggenangi kawasan pemukiman dan persawahan di 3 desa di Porong. Bahkan, ruas jalan tol Surabaya-Gempol, khususnya di sisi Gempol-Surabaya ditutup karena banjir luberan lumpur panas. Jumlah material lumpur yang dikeluarkan diperkirakan mencapai 5.000 meter kubik.

Sejumlah peralatan berat milik perusahaan itu kabarnya telah dikerahkan ke lapangan untuk membuat kubangan dengan memanfaatkan area persawahan yang sudah dibebaskan. Hal ini adalah untuk mengalirkan tumpukan lumpur yang berada di sumber semburan. Diperkirakan lahan untuk membuat kubangan itu menelan lahan seluas 18 hektar. Peralatan-peralatan berat itu ditempatkan di Desa Renokenongo, Desa Jatirejo dan Siring

Peralatan berat ini terus membuat tanggul untuk menampung Lumpur, di samping memasang alat penyedot Lumpur yang diperkirakan mampu mengisap lumpur masuk ke dalam pipa sepanjang 800 meter dan kemudian dibuang ke tempat pembuangan lumpur. Sejumlah unit truk dikerahkan untuk mengangkut pasir yang dimanfaatkan untuk meninggikan tanggul agar lumpur tidak meluber ke jalan tol.

Pulau Lumpur panas yang menggenangi hingga ruas Tol Gempol – Surabaya itu, jelas sangat mengganggu lalu lintas masyarakat Jawa Timur. Ini tentu menyita perhatian dan keprihatinan kita semua. Melihat kondisi yang dialami rakyat Porong ini, sudah barang tentu TNI tidak boleh tinggal diam. Hati nuraninya berkata, bahwa menyelamatkan kehidupan rakyat harus diutamakan. Apapun usahanya, apapun hasilnya, bagaimana pun sulitnya, yang penting adalah berbuat terlebih dahulu dengan niat menolong agar rakyat yang terkena banjir lumpur panas itu selamat. Inilah yang dilakukan oleh para prajurit TNI di Kodam V Brawijaya.

TNI pun hadir di sana untuk membantu mereka, walaupun dalam bentuk yang sederhana, para prajurit dari Zeni Tempur Kodam V Brawijaya dikerahkan untuk membantu mereka. Jembatan belley dibangun untuk menjembatani perjalanan dan lalu lintas masyarakat sekitar yang tergenang Lumpur. Walau dengan segala kesulitannya, namun hal ini harus dilakukan, sebab rakyat sudah pasti membutuhkannya.

Apapun yang bisa dilakukan oleh TNI, inilah wujud ketulusan dan niat untuk terus membantu sesuai kemampuan yang bisa dilakukan. Jembatan Belly menjadi jembatan rakyat yang bisa digunakan untuk menjembatani komunikasi dan transportasi rakyat agar tidak terputus. Ini pun sebenarnya sebuah metafora, bahwa TNI selalu menyediakan jembatan, untuk berkomunikasi, untuk selalu dekat dengan masyarakat secara riil, bukan kata-kata, buklan retorika, bukan wacana, tetapi nyata. Jembatan belley adalah jembatan rakyat dan TNI untuk terus bersatu padu dengan saling mengasihi di antara sesama anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: