Penyakit Sosial Remaja : Penyelasaiannya?

…Tegak Manusia Karena Prinsip, Tegak Prinsip Karena Iman, Tegak Iman Karena Yang SATU…

Fenomena hari ini yang melibatkan gejala-gejala yang timbul seperti isu murtad, isu islam liberal, isu akhlak remaja dan berbagai isu-isu masalah masyarakat lagi berlaku dan melanda di segenap penjuru tanpa mengenal usia. Selalunya, apa yang berlaku, apabila munculnya suatu isu, berbagai pihak sibuk menuding dari ke arah satu sama lain dan menyalahkan individu tertentu, golongan tertentu, dan seterusnya menyalahkan musuh-musuh Islam karena dikatakan ini merupakan konspirasi mereka untuk menjatuhkan Islam.

Adakah itu satu jalan penyelesaian yang tepat? Apakah dengan mencari salah siapa dan khilaf siapa, akan dapat membawa kepada penyelesaian kepada akar umbi masalah? Mari kita merenung sejenak ulasan di bawah ini.

ULASAN

Musuh-musuh Islam memang tidak pernah sepi untuk menyerang dan menggugat aqidah umat. Mereka berusaha dengan berbagai cara, kaedah dan fikiran. Mereka menggunakan saluran politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hiburan, media masa, film dan sebagainya

Kalaupun tidak sampai memusnahkan aqidah, namun mereka tetap berusaha agar umat Islam ini sekurang-kurangnya bersikap acuh tak acuh kepada agamanya. Mereka sudah cukup berpuas hati sekiranya umat Islam ini sangat ‘toleransi’ terhadap agama dalam arti kata tidak meninggalkannya secara total dan tidak pula menganutnya secara total. Agama dipilih mengikut selera dan dalam acara tertentu. Agama menjadi aktivitas musiman dan menjadi agenda pertemuan atau rapat untuk dibicarakan di dalam laporan tahunan.

Agama tanpa penghayatan yang bukan lagi cara hidup memang sudah sangat jelas di kalangan umat Islam. Coba kita teliti atau hitung, dari awal bangun tidur hingga kembali kepada tidur, banyak mana ajaran Islam yang kita hayati. Banyak mana Islam dijadikan panduan dalam segala urusan hidup. Banyak mana kita membawa Tuhan bersama dalam mengendalikan segala urusan harian. Kalau tidak ada black metal, kehidupan kita tetap jauh dari Tuhan. Kalau bukan karena black metal, hati kita tidak ada rasa kehambaan dan rasa bertuhan. Hati kita tetap cuek dan lalai bahkan sangat mendurhakai Tuhan.

Sebab itu jangan salahkan musuh. Itu memang kerja mereka. Kita sendirilah yang bersalah karena lemah dalam membina benteng diri. Lemah dalam mengisi iman dan taqwa di dalam hati. Lemah, karena kita tidak memperbaiki diri dari segala sifat-sifat mazmumah. Lemah dalam melawan nafsu serakah. Lemah dalam membawa Tuhan dalam urusan hidup. Akhirnya Tuhan biarkan umat Islam dicabik-cabik, dipenjara dan di utak-atik oleh musuh. Ini belum lagi memperhitungkan untung nasib di Akhirat. Entah di Neraka mana yang kita ini bakal ditempatkan lantaran terlalu amat durhaka kepada Allah SWT. Betapa tidak, jauh sekali umat Islam ini berjuang untuk membangunkan tempat, menguasai bumi yang merupakan milik Tuhan, membenteng diri dari pada ditembusi aqidah dan budaya kufur pun tidak berupaya.

Apabila Rasulullah SAW diutus, masyarakat yang dihadapi baginda SAW itu bukan saja mereka yang musyrik dan kufur, bahkan mereka juga turut dilanda masalah sosial yang amat dahsyat. Sebut saja apa jenis kejahatan manusia, semuanya mereka lakukan terang-terangan tanpa rasa takut. Namun sejarah telah membuktikan, dalam tempo yang singkat Rasulullah berjaya mengganti sejahat-jahat manusia kepada ‘khairunnas’ – sebaik-baik manusia.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang fitrahnya sama saja di zaman mana pun mereka berada dan di mana pun mereka berada, bangsa apa dan keturunan apa pun. Bagaimana dan obat apa yang dipakai oleh Rasulullah SAW, maka cara dan obat yang sama juga yang mesti digunakan untuk mengobati penyakit manusia, yaitu:

Pertama:
Rasulullah SAW menanamkan iman. Mengetahui Rukun Iman bukan berarti sudah beriman. Mungkin itu sekedar boleh mensahkan iman semata-mata. Keimanan yang kuat ditanam ke dalam hati masyarakat waktu itu seperti digambarkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

“Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman, apabila disebut nama Allah gementar hati mereka.”

Begitu takut kepada Tuhan hingga gemetar hati, yang mereka tidak lagi takut selain daripada Allah SWT. Mereka bukan saja tidak terbenam atau tidak terusik hatinya oleh sembarang budaya, bahkan mereka sendiri sanggup memperjuangkan Tuhan dan agama-Nya hingga nyawa taruhannya.

Kedua:
Rasulullah SAW mencanangkan kehidupan Akhirat yang jauh lebih baik dan utama. Sebenarnya tidak ada tandingan dan perbandingan tentang kehidupan Akhirat. Bermula dari alam Barzakh maka bermulalah era baru kehidupan manusia. Yang bakal ditempuh adalah suatu alam baru tanpa dapat difikirkan dan dikhayalkan. Tidak sembarang imajinasi yang dapat mencapai alam Akhirat. Segala-galanya adalah alam rasa yang akal tidak berfungsi sedikit pun.

Hadis Qudshi ini menjadi pegangan hidup mereka dalam berbuat apa saja, yaitu:

“Janganlah kamu pandang kecilnya kesalahan yang kamu buat, pandanglah kepada siapa kamu berbuat yaitu kepada Allah.”

Sekecil-kecil kejahatan ada dosa, dan Nerakalah balasannya.

Mereka menjadi orang yang memburu dan berlomba berbuat baik. Dalam pada itu dosa kecil yang mereka lakukan, mereka merasakan seperti gunung hendak menghemparkan kepala”.

Pencinta, pemikir, petugas masyarakat dan siapa saja yang mengharapkan umat yang sejahtera, dua aspek obat Rasulullah SAW ini sudah cukup sebagai modal mengobat penyakit sosial.

Inilah modal asas dan utama yang bisa menjadi penyelesaian kepada apa pua jenis penyakit.

Iklan

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    guyzzzzz said,

    assalamualaikum Wr.wb

    membaca dan menelaah isi dari tulisan abang saya teringat ketika suatu hari pertanyaan dan fikiran yang sama sempat terlintas dibenak saya “adakah satu jalan yang tepat saat ini dan apakah itu? ketika saya kembali tersadar dan melihat kembali fenomena” yang terjadi pada ummat ternyata memang benar perkataan abang banyak orang yang kurang menghayati agama . Mungkin karena banyakx hal” yang menjadi fikiran sehingga dunia mengalahkan segalax. >_<

  2. 3

    Zaky said,

    Hao orang””sebaik nya kalain menjauhi semua perbuatan kotor


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: