Kabar Dariku !

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Kau selalu ada dalam pikiranku, Aku telah menghabiskan waktu berjam jam untuk memikirkan kau, bicara kepadamu, berusaha keras membuka rahasiah-rahasiahmu, mencoba menguraikan misteri-misterimu. Meski begitu, aku tetap heran mengapa aku selalu merasakan kehadiran bayangan Dirimu dalam kamar studiku, mengamati gerakan-gerakanku, bercakap-cakap dan berdebat denganku, menyatakan pendapat tentang apa yang kulakukan.

Sudah tentu kau akan heran mendengar aku bicara seperti ini. Aku sendiri merasa aneh karena merasa ingin sekali dan butuh menulis kepadamu. Andaikan mungkin, ingin kupahami rahasia yang tersembunyi di balik kebutuhan ini, keharusan mendesak ini.

Apakah kau tahu bahwa “selalu ada dialektika antara ingatan dan saling mempengaruhi pikiran, yang keduanya terletak di luar kesadaran pancaindra dan tak seorang pun bisa pernah sepenuhnya menghapus saling mempengaruhi dan dialektika itu dari ingatan dan pikiran mereka yang menjadi bagian dari tanah air yang sama”.

Dalam kalimat yang indah ini terdapat suatu kebenaran mendasar, pernah jelas bagiku melalui semacam empati mental, tapi sekarang jelas bagiku lewat pengalaman pribadi. Belum lama ini aku mendirikan suatu ikatan, abstrak, halus, kokoh, aneh, yang sifat dan karakternya tidak seperti ikatan yang lainnya, suatu ikatan yang tidak bisa dibandingkan dengan ikatan kekeluargaan alami, suatu ikatan yang memang bahkan jauh lebih teguh, kokoh dan permanen dari pada ikatan moral.

Tak sehelaipun benang yang membentuk ikatan ini dirajut oleh hari-hari dan malam-­malam yang mengukur waktu dan menyelingi jarak yang memindahkan buaian dari kuburan. Tak sehelaipun dari benang tersebut dirajut oleh minat masa lampau atau aspirasi masa depan karena ikatan ini berada di antara doa orang yang tidak dibesarkan bersama-sama oleh masa lalu dan juga bukan oleh masa depan, dan yang mungkin jugs tidak bisa dipersatukan oleh masa depan.

Dalam ikatan semacam itu, dalam emosi pribadi semacam itu, dalam pemahaman rahasia semacam itu, ada mimpi-mimpi yang lebih eksotis dan lebih tidak dapat diduga daripada apa saja yang menggelora dalam dada manusia, impian di dalam mimpi dalam impian. Pemahaman seperti itu adalah suatu lagu yang sepi dan mendalam yang terdengar dalam kesunyian malam, memindahkan kita di luar alam hari, di luar alam malam, di luar waktu, di luar keabadian.

Emosi semacam itu melibatkan kepedihan yang perih, yang tidak akan pernah hilang, tapi amat kita sukai, dan tidak akan kita pertukarkan, meskipun ada peluang dengan kemegahan atau kenikmatan sebesar apapun, yang nyata atau yang diangankan.

Dengan penuh kasih sayang dan sekali lagi dengan penuh kasih sayang. Pernyataan sederhana tentang kebenaran itu akhir-akhir ini menjadi jelas bagiku, membukakan pintu-pintu dan jendela-jendela baru di depan rohku. Ketika kusadari apa yang telah terjadi, ternyata aku sendiri menghadapi penglihatan yang belum pernah kubayangkan ada didunia ini.

“Dengan penuh kasih sayang, sekali lagi dengan penuh kasih sayang” , dan dari “penuh” dan ” kasih sayang” itu aku sudah belajar berdoa dalam kegembiraan dan merindu dalam kedamaian, dan mundur tanpa merasa malu. Kini kutahu bahwa orang kesepian mampu mengisi kesepiannya dengan cahaya dari kata “penuh” dan mampu menghilangkan keletihan dengan manisnya kata ” kasih sayang”. Kini kutahu bahwa pria kesepian yang merasa asing mampu menjadi seorang ayah, seorang saudara, seorang teman, dan seorang sahabat dan yang terpenting juga menjadi seorang anak yang menikmati hidup. Hingga adanya sayap-sayap yang terentang dan tangan-tangan yang memberkati.

Kesehatanku lebih baik daripada sebulan yang lalu, tapi masih merasa tidak enak badan. Dan tubuh yang lemah ini belum seimbang, belum tertib dan kehilangan ritme. Kau ingin tahu apa yang terjadi dengan diriku, beginilah kata dokter :

KELEMAHAN KARENA GANGGUAN SARAF disebabkan terlalu banyak begadang dan karena terlalu capek serta kurang istirahati. Sistem syaraf secara umum tidak beres. Akibatnya jantung berdebar-debar. Detak jantung 115 per menit, normalnya sekitar 80.

Selama setengah tahun belakangan ini, aku telah terlalu membebani tubuhku. Aku biasa belajar selama hari masih terang, lalu menulis sampai pagi, menerima ceramah dan menemui segala macam orang, Pagi hari dan sore hari harus latihan fisik. kegiatan yang terakhir ini adalah tugas yang paling berat di luar ruangan. Di meja makan aku biasa menyibukkan diri meladeni mereka yang suka ngobrol sampai tiba saatnya kopi disajikan, lalu aku akan meneguk kopi banyak-banyak dan merasa kenyang daripada menghabiskan makanan dan minuman. Betapa sering aku pulang setelah tengah macam, dan sebagai ganti menaati apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan sebagai perilaku normal untuk tubuh kita, aku akan membangunkan diriku sendiri dengan mandi air dingin dan kopi kental dan menghabiskan sisa malam itu dengan terbenam dalam membaca dan menulis.

Yang kutulis di atas itu adalah suatu upaya untuk menyampaikan kepadamu hal yang tidak dapat disampaikan kepadamu oleh siapapun kecuali dia yang berbagi dalam semua yang ada dalam dirimu. Karena itu, jika aku sudah bisa menduga suatu rahasia yang kau sendiri bukannya belum mengenalnya, maka aku adalah salah seorang yang telah diberi karunia oleh hidup dan diizinkan berdiri di depan tahta putih, tapi jika aku sudah bisa menduga hal yang istimewa bagiku dan dalam diriku sendiri saja, maka biarlah api melalap surat ini.

Aku mohon kepadamu sahabatku, kasihku untuk menulis surat kepadaku, dan aku motion kepadamu untuk menulis dalam roh bersayap yang bebas merdeka, yang terbang tinggi menjulang jauh lebih di atas cara hidup ummat manusia. Apa kita tidak boleh berhenti sebentar dari menelusuri jalan jalan yang sudah sering ditapaki itu, dan apa kita tidak boleh berhenti sejenak untuk menatap ke dalam alam-alam yang terletak di luar malam, diluar hari, diluar waktu, diluar keabadian.

Tengah malam telah tiba, dan sampai saat ini aku belum membubuhkan di atas kertas kata-kata. Yang diucapkan bibirku, kadang-kadang dalam bisikan dan lain kali dalam suara keras. Kutaruh kata yang ingin diucapkan bibirku, Kutaruh kata yang ingin kuucapkan dalam arti kesunyian itu sendiri. Karena kesunyian menyimpan semua yang kita katakan dengan kasih sayang, dengan semangat, dan dengan iman. Dan kesunyian akan membawanya ke mana pun kita inginkan­.

Aku akan tidur sekarang dan sudah semestinya aku tidur lama malam ini. Aku akan menceritakan kepadamu dalam mimpiku apa yang belum kucurahkan diatas kertas. Selamat malam semoga tuhan melindungimu.

Wassalamu Alaikum Wr Wb

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    ^.^ said,

    ……………………………………………..
    ……………………………………………
    ……………………………………….
    ……………………………………… >_<

  2. 2

    ade said,

    apakah kabar ini untuk ade,masku?terima kasih atas tulisan ini,ade mengerti dan makin mengerti mas….maaf kan ade ya?jika sudah membuat mas makin lelah……
    semoga mas selalu sehat,sukses dan bahagia…..

  3. 3

    wury said,

    waduh aQ Ndak bisa kasih comeNt apa2….
    masalahnya aQ Ndak begitu mudeNg…bahasa mu..
    maklum lah…aQ bukan type oRang yaNg bisa MencerNa kata2 yaNg bAnyak mengandunG Makna Kias…
    Hoooh….SebeNar nya Apa sih Maksud TulisaN itu..Heeemmm….aQ Ndak MudeNg ki…????? tapi tetep penasaran >>>>
    Lho…Entar aQ reNungkan Dulu…ato AQ cari teMen yang bisa meNcerna kata2 kiaS dari kk…by..by..see U Nex Time..


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: