TIPS UNTUK MENYUSUN RESOLUSI TAHUN 2008

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Tahun 2008 sudah datang, banyak prediksi mengenai tahun 2008 ini. Mulai dari ramalan positif seperti suku bunga KPR yang semakin turun, lapangan pekerjaan. Hingga ramalan negatif seperti semakin banyak bencana alam dan situasi politik yang makin tidak sehat. Apapun, saya lebih meyakini ramalan-ramalan positif tentang 2008. Dan terlepas dari situasi apapun yang bakal terjadi saya berusaha lebih semangat untuk menyiapkan diri untuk menghadapi tahun yang lebih baik tahun depan.

Salah satu hal yang penting kita lakukan setiap tahun baru adalah membuat resolusi. Pembuatan resolusi atau perencanaan ini sangatlah penting. Apalagi untuk rekan yang sudah bekerja, bagi rekan pekerja hampir semua hal tidak ada ukurannya -tidak ada KPI kehidupan yang pasti. Seperti target menikah, target berolahraga, ataupun target beribadah yang lebih baik lagi.
Sedikit tips untuk persiapan resolusi tahun depan adalah:
1. Mulailah dengan evaluasi tahunan
Untuk membuat resolusi yang baik maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah: Evaluasi tahunan. Evaluasi ini akan memonitor perkembangan kita selama setahun terakhir. Apa yang sudah kita capai, apa yang ingin kita capai, apa yang kita suka dari diri kita, apa yang kita tidak suka dan seterusnya. Ingat kata Deming ‘We cant improve what we can measure’
2. Fokuslah pada proses bukan hasil.
Contoh resolusi tahunan yang paling banyak diminati adalah: Menikah, Lulus Kuliah, Punya jabatan/pekerjaan baru, punya rumah sendiri. Resolusi seperti ini tidaklah salah. Tapi bisa tidak realistis dan sulit diterapkan. Saran saya cobalah mengganti kalimat resolusi ini misalnya:
1. Menikah diganti: Memutuskan memilih lelaki yang jelas komitmen dan tanggungjawabnya. Resolusi seperti ini jauh lebih mudah untuk diwujudkan dibanding resolusi generik yang seringkali membuat kita tidak fokus.
2. Lulus kuliah diganti: Menyelesaikan skripsi bab III tepat waktu
3. Pekerjaan baru diganti: Punya teman atau network baru yang lebih banyak
Dan seterusnya
3. Siapkan benchmark
Benchmark disatu sisi menguntungkan karena bisa memotivasi kita mencapai tujuan. Memantau perkembangan karir teman-temen seangkatan mungkin bisa jadi guidance penting apakah keputusan kita untuk mengambil sekolah atau mengambil sertifikasi. Benchmark ini disisi lain bisa jadi merugikan karena kita mudah tertekan dengan pencapaian orang lain yang diluar kapasitas kita.
4. Manfaatkan momen
Resolusi tahunan juga akan lebih efektif bila disertai dengan momen. Misalnya, di tahun 2008 ini kita membagi dalam beberapa siklus, bisa per empat bulan, bisa berdasarkan hari penting (ulang tahun, pernikahan, hari pertama dikantor) dan selanjutnya.
Momen religius juga merupakan momen yang menarik untuk dijadikan titik balik motivasi. Misalnya, target Lebaran 2008 sudah bisa membantu pembangunan mushola. Atau target idul kurban 2008 bisa memberi lebih banyak dari tahun ini.5. Jadilah diri sendiri
Karena resolusi ini sifatnya personal, kita sendiri yang menentukan, kita sendiri yang mengukur maka berusahalah menjadi diri sendiri dalam menentukan resolusi tahunan ini. Dengar suara hati kita, ingin jadi apa kita kelak tahun depan. Ingat, tidak ada hal yang instan didunia ini.
Ada pendapat dan saran lain?
Mau membandingkan resolusi yang ada?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: