DI WAKTU MAU SHALAT MAGRIB

Hari Minggu tanggal 6 Januari 2008, ketika itu aku dalam perjalanan menuju masjid kompleks perumahan untuk shalat magrib berjamaah. Ada hal menarik yang aku lihat selama dalam perjalanan yaitu seorang bapak yang berpakaian bersih tapi tidak bisa melihat dan masih menyempatkan diri untuk shalat magrib berjamaah di masjid dan selama dalam perjalanan bapak tersebut dituntun oleh anaknya yang kira-kira umurnya 8 tahun.

Kalau melihat ulasan di atas maka patutlah kita merasa malu, karena dengan kondisi kita yang sehat & bugar tapi kita masih malas untuk beribadah kepada Allah S.W.T, ditambah lagi banyaknya orang-orang yang masih sibuk dengan pekerjaannya meskipun suara adzan sudah terdengar di telinga mereka, mereka lebih memilih pekerjaannya atau nongkrong di deker dari pada beribadah kepada Allah.

Baris saf di masjid paling banyak 2 saf, kenapa hal itu bisa terjadi? Apakah karena jumlah masjid yang sudah terlalu banyak? Atau ukuran masjid yang terlalu besar? Pasti pendapat kita berbeda-beda.

Agama tanpa penghayatan yang bukan lagi cara hidup memang sudah sangat jelas di kalangan umat Islam. Coba kita teliti atau hitung, dari awal bangun tidur hingga kembali kepada tidur, banyak mana ajaran Islam yang kita hayati. Banyak mana Islam dijadikan panduan dalam segala urusan hidup. Banyak mana kita membawa Tuhan bersama dalam mengendalikan segala urusan harian. Kalau tidak ada black metal, kehidupan kita tetap jauh dari Tuhan. Kalau bukan karena black metal, hati kita tidak ada rasa kehambaan dan rasa bertuhan. Hati kita tetap cuek dan lalai bahkan sangat mendurhakai Tuhan.

Begitu banyak bencana yang melanda negeri kita, oleh karena itu mari kita berinstropeksi diri, merenung apa-apa yang sudah kita kerjakan demi AGAMA ISLAM dan NEGERI KITA serta perbanyak ibadah kita kepada Allah S.W.T

Iklan

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    wury said,

    aslam mas asram, ni ita….masih ingatkan….setelah membaca artikel mas..tanpa pikir panjang ita sadar bahwa mas asram adalah seorang ikhwan…sudah pinter,sholeh,….sebenrya ita mau curhat ma mas asram…ita sebenarnya anak pondok darunnajah,dulu waktu smp sudah mondok selama 3 tahun terus ita masuk ke Dinas kesehatan angkatan darat…itu juga atas permintaan orang tua da
    dari orang tua emang sebenarnya latar belakang orang tua ita dari militer…sebenarnya
    ita daftar ke militer itu permintaan orang tua ita..ita sebenrya dari smp tu dah pake jilbab.sampai kuliah pun ita pake jilbab…tapi bukan bearrti orang yang pake jilbab itu lemah..kebnyakan para cowok anggap orang yang berjilbab itu lemah…tapi ita udah dapat tunjukin ternyatanya kemarin ita ikut lomba basket makilin kampus ita ,antar kampus sejawa barat antar fakultas kimia farmasi ternyata ita dapat membawa nama baik kampus ita….dapat juara 2 lo…pasti kalau mau daftar militer gak boleh pake jilbab kan….ita minta sarannya…………………balas ke email ita………..

  2. 2

    adek said,

    Suatu hari di tempat masjid yang lain tepatnya di depan rmh adek, hampir setiap sholat ade bertemu dg nenek2 landsia yg selalu tanya “Kapan kondur mba?” artinya “kapan pulang mba?”mereka begitu akrab sering ade berpikir akankah ade kan alami usia spt mereka?di saat renta masih mampu bergelut dg dinginnya udara masjid yang menerpa slrh rongga tubuh?Wallahu a’lam, teringat juga saat diPenjara suci Assalaam tempatku menimba ilmu di kota Solo tercinta,burung gereja menemani slrh santri hingga malam bahkan belajar di dalam masjid, masjid kita yang kan bercahaya di akhirat nanti…..Mengantarkan kita diharibaan Allah….

  3. 3

    wury said,

    sebenarnya Allah memberikan banyak kejadian2 aneh yang dapat menyadarkan hati manusia yang ditutupi oleh hawa nafsux…..pengalaman yang mas lihat sangatlah berharga dan alhamdulillah mas tau hikmah dari kejadian tersebut…mas termasuk orang yang berunrtung……banyak manusia diberi lebih kepuasan duniawi tapi tidak sedikit juga dari mereka yang melupakan darimana semuanya itu bearasal…ita juga sering menemui hal2 aneh,seperti yang mas asram lihat….rumah ita dekat dengan pondok peasantren namanya “darunnnajah” dulu ita di titipkan bapak di darunnajah selama 3 tahun sambil sekolah d smp yang lumayan dekat dengan pondok…karena ita orangnya agak tomboy jelaslah masalahnya kakak ita laki2 semua …..tapi setelah ita keluar dari pondok bpk sempat kaget..ita yang dulu beda dengan ita yang sekarang..katax sih lebih feminim……..setiap da libur semester ita selalu pulang keRumah dan menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat pak Kyai…sekaliyan minta doax…….nah kejadian aneh pun ita lihat ketika seorang mualaf dulu dia beragama kristen protestan dan pekerjaanya pun tidak tetap….walaupun dia seorang mualaf dia mengabdikan dirix untuk menjadi penjaga masjid,.. tidur pun dimasjid….dia mengahabiskan waktux di masjid tapi alllah berkata lain….dia pun dijemut oleh alllah sebagai fulan yang sholeh, dan alhamdulillah dalam keadaan khusnul khotimah……….kita seharusnya bersyukur karena kita dari lahir sudah ditakdirkan menjadi seorang muslim/muslimah dan planing selanjutnya kita harus banyak meningkatkan amal ibadah kita kepada alllah……


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: