KERSOSNAS KAB. MUNA DI. KEC. LASALEPA

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Setelah kurang lebih 4 hari saya menyempatkan waktu lowong saya untuk menulis cerita ini, akhirnya jadi juga cerita perjalanan kersosnas di kab. Muna ini.

Saya mau berbagi cerita perjalanan Kersosnas Kab. Muna khususnya di Kec. Lasalepa mulai dari berangkat dari Makassar hingga tiba di Kab. Muna dan drop ke Posko Kec. Lasalepa serta kembali lagi di Makassar, Artikel ini saya persembahkan khusus untuk dokter dan teman-teman yang berada di Posko Kec. Lasalepa (drg. Alif, Apri-02, Ardian-05, Ama-05, Ira-05, Stefi-05, Diana-05, Ai-06, Sarah-06, Akbar-06).

Hari Senin Tanggal 14 Januari 2008 pukul 09.00 wita, saya kekampus untuk mengurus KRS sebelum berangkat Kersosnas Muna, setelah mengurus KRS saya pun istirahat di Maperwa sambil menunggu acara pelepasan Peserta Kersosnas Muna oleh Bapak Pembantu Rektor III yang akan dilaksanakan pukul 12.00 wita, tapi pukul 09.30 saya di ajak Panitia Aprilla-04 untuk membantu persiapan dipelabuhan dan mengurus dek untuk peserta nantinya di atas Kapal K.M. Tilong Kabilla. Kami berdua pun berangkat ke pelabuhan, tiba di pintu II depan Batalyon Kavaleri kami berhenti untuk menyambung angkot menuju sentral, ternyata Hp aprilla berbunyi dan yang menelpon adalah Imran-04 yang minta ditunggu untuk sama-sama kami ke pelabuhan.

Pukul 10.00 Imran-04 pun datang dan kami bergegas segera menuju ke pelabuhan untuk mengurus dek dan agar mobil yang mengantar peserta nantinya dapat masuk ke pelabuhan. Kami agak telat tiba dipelabuhan karena macet di depan kantor DPRD karena ada demo simpatisan Syahrul Yasin Limpo yang menolak keputusan MA untuk pilkada ulang. Pukul 12.00 wita kami tiba di pasar sentral, ternyata kami bertiga merasa lapar dan akhirnya kami pun singgah sebentar untuk kuliner makan sop saudara dan ikan bakar. Setelah kuliner kami pun bergegas ke pelabuhan naik becak.

Sampai dipelabuhan kami pun mencari pak nasrullah untuk mengurus supaya mobil pengantar nantinya bisa masuk ke pelabuhan. Setelah lama putar-putar akhirnya kamipun memutuskan untuk shalat dzuhur dulu dan setelah shalat dzuhur kamipun melanjutkan pencarian. Setelah sempat awalnya salah orang akhirnya kami pun ketemu dengan Pak Nasrullah. Setelah berdiskusi dengan beliau akhirnya urusan untuk perizinan bus masuk mengantar di pelabuhan pun fix, sekarang tinggal mengurus dek untuk rombongan. K.M. Tilong Kabilla tiba di Pelabuhan pukul 15.00 dan kamipun bergegas ke Kapten Kapal untuk mengurus dek rombongan, dan alhamdulillah kami pun di berikan dek 5 khusus untuk rombongan. Setelah semua urusan selesai kamipun ditugaskan untuk mengamankan dek dari calo dan penumpang selain rombongan, saya sempat bersitegang dengan calo kapal karena mereka mau mengambil kasur yang memang diperuntukkan untuk penumpang diruangan itu tapi saya tidak mengizinkan calo tersebut untuk mengambil kasur tersebut meski dengan alasan apapun dan akhirnya perang mulut antara saya dan calo tak dapat dihindarkan lagi, tapi alhamdulillah dapat saya menangkan dan dek dan kasur-kasur aman!

Pantang Mundur Sebelum Berhasil!

Setelah semua peserta Kersosnas Kab. Muna naik ke atas kapal dan masuk ke dek 5, akhirnya perasaan saya pun lega karena misi yang ditugaskan pada saya sudah selesai. Mission Complete!

Pukul 19.00 wita kapalpun jalan menuju pelabuhan bau-bau yang ditempuh kurang lebih 18 jam perjalanan. Pukul 20.00 wita saya melihat nama-nama posko dan dimana saya ditempatkan nantinya, dan ternyata saya di tempatkan di Kec. Lasalepa bersama-sama dengan drg. Alif, Apri-02, Ardian-05, Ama-05, Ira-05, Stefi-05, Diana-05, Ai-06, Sarah-06, Akbar-06. Awalnya banyak teman-teman yang lain mengatakan kalau Posko III Kec. Lasalepa itu suram karena orang-orangnya tipe serius semua dan memang teman-teman yang di posko III rata-rata saya belum kenal dan saya sempat kecewa, tapi keputusan panitia itu saya terima denga hati yang lapang.

Selang 2 jam perjalanan saya melihat teman-teman peserta yang lain pada pusing dan mabuk laut, saya melihat Anti-05, Wati-05, Nunu-05, Uni-05, Asma-05 semuanya pusing, bahkan Uni dan Asma sampai muntah karena mabuk laut, saya jadi kasihan pada mereka. Karena memang pada saat itu kapal terasa goyang tapi alhamdulillah saya tidak merasa pusing apalagi mabuk laut karena saya sudah berpengalaman dengan dahsyatnya ombak di Laut Flores yang kalau dibandingkan dengan Laut Makassar yang tidak ada apa-apanya. Saya pun menuju ke Kafe di dek 7 untuk menghangatkan badan dengan minum susu milo panas dan makan pop mie sambil cerita-cerita dengan Adnan-05.

Pukul 24.00 wita tak terasa badan saya pun sudah merasa letih dan mata sudah sayup itu bertanda saya harus segera istirahat, dan sayapun putuskan untuk istirahat di kursi kafe saja, pukul 04.30 wita adzan subuh pun berbunyi dan saya segera ke mushallah untuk mengambil wudhu dan bergegas untuk shalat subuh berjamaah. Setelah shalat subuh saya pun jalan-jalan keliling kapal di pinggir dek untuk melihat lumba-lumba yang biasanya muncul. Waktu terus berjalan dan tak terasa jam di hp saya menunjukkan pukul 12.00 dan panitia menginstuksikan untuk kumpul perposko sebelum transit di bau-bau kurang lebih 2 jam, akhirnya saya pun bertemu dengan teman-teman satu posko di Kec. Lasalepa dan sesi perkenalan pun di mulai dan di awali oleh drg. Alif sebagai supervisor sampai keteman-teman yang lain. Setelah sesi perkenalan selesai akhirnya pukul 13.00 kapalpun sandar dipelabuhan bau-bau, dan waktu transit cuman 2 jam, itu artinya kapal akan berangkat tepat pukul 15.00 wita menuju pelabuhan muna yang kurang lebih memakan waktu perjalanan 4 jam.

Tiba dipelabuhan bau-bau saya bersama Imran-04 dan Teguh-03 jalan-jalan kekota bau-bau untuk wisata kuliner yang memang menjadi hobi saya kalau berkunjung ke daerah lain. Setelah kuliner kami pun bergegas kembali ke kapal karena sebentar lagi kapal akan bertolak menuju pelabuhan muna.

Pukul 19.00 wita saya jalan-jalan ke ruang nakhoda untuk melihat-lihat perlengkapan komunikasi yang di miliki oleh K.M. Tilong Kabilla. Setelah sempat foto-foto akhirnya sayapun memutuskan kembali ke dek 5 karena kurang lebih 10 menit lagi kapal akan sandar di pelabuhan muna. Sebelum turun dari kapal, panitia mengadakan briefing terlebih dahulu untuk membicarakan teknis turun dari kapal dan saya yang bertugas untuk pengamanan barang dan adik-adik peserta. Setelah semuanya siap, adik-adikpun di instruksikan untuk turun melalui tangga lambung kiri yang memang diperuntukkan khusus untuk peserta kersosnas muna. Setelah semua peserta dan barang turun akhirnya sekarang tinggal menunggu mobil jemputan masuk untuk mengangkut barang dan setelah itu kerumah Kepala Dinas Kesehatan Kab. Muna untuk makan malam yang sudah di siapkan oleh Tim Pendahulu dan Pemda Muna.

Setelah makan malam selesai, kami pun bersiap-siap untuk menuju posko inap sementara di rumah KKSS (Pak. Sahar) di dekat Kantor Kodim Muna untuk beristirahat dan pagi nanti akan mengikuti acara penerimaan oleh Bupati langsung. Setelah saya istirahat cukup, pukul 05.15 wita saya bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk mandi sekalian wudhu untuk shalat subuh dan bersiap-siap untuk mengikuti acara penerimaan peserta kersosnas muna oleh bupati muna.

Pukul 08.00 wita mobil jemputan untuk ke rumah jabatan bupati sudah datang menjemput, setelah sarapan kami pun berangkat ke rumah jabatan bupati untuk menghadiri acara penerimaan yang dirangkaikan dengan acara seminar nasional tentang kesehatan gigi dan mulut yang di bawakan oleh Prof.drg.M. Dharmautama, Ph.D, Prof. Dr. Drg. Burhanuddin, M.Kes, dan drg. Alifuddin Zuhri, M.Kes. Setelah acara seminar selesai acara dilanjutkan dengan makan siang dan setelah itu drop ke posko kerja masing-masing.

Kira-kira pukul 15.30 saya, Ardian dan Akbar tiba di posko Inap di Kec. Lasalepa, kami duluan tiba karena mobil yang satunya singgah dulu di hotel berlian untuk mengambil tas drg. Alif. Kami bertiga naik mobil Kepala Puskesmas, jadinya kami duluan sampai di rumah. Setelah mengecek kamar kamipun mengambil keputusan untuk merubah kamar yang sebelumnya untuk drg. Alif menjadi kamar buat peserta cewe, kami bertiga bertindak cepat dan 20 menit kemudian kamar sudah rapih dan sesuai dengan yang di inginkan, setelah itu kami pun menurunkan barang-barang yang ada di mobil dan menaruhnya dikamar peserta cewe masing-masing.

Setelah shalat ashar kamipun jalan-jalan kebawah karena di posko kami ada tempat permandian yang dulunya tempat rekreasi yang mempunyai 5 mata air dan tiap pagi selama di posko saya berenang disitu karena airnya yang sangat segar, saya dan teman-teman posko pun tak lupa foto-foto disitu karena sangat sayang kalau terlewatkan. Tak terasa waktu shalat magrib sudah tiba, sayapun bersiap-siap untuk shalat magrib berjamaah bersama dokter dan teman-teman. Setelah shalat magrib kamipun dihidangkan makan malam yang sangat kami senangi yaitu ikan bakar dengan bumbunya yang sangat khas, sampai-sampai saya dan ardian 3 kali nambah soalnya enak abizz.

Setelah makan malam kami pun melanjutkan shalat isya dan setelah itu briefing dan buat tampon serta bungkus obat untuk persiapan kerja besok. Setelah briefing yang diantar langsung oleh drg. Alif kami pun istirahat supaya besok pagi segar dan bisa melaksanakan kersosnas ini dengan tanpa kendala apapun.

Hari Pertama Kerja (Kamis, 17 Januari 2008)

Pagi pukul 05.00 saya sudah terbangun untuk melaksanakan shalat subuh, setelah itu olahraga sebentar sekitar 30 menit lalu di lanjutkan berenang di sungai 5 mata air, duh bukan main segarnya. Setelah mandi saya pun memakai pakaian yang rapi dan bersih serta harum karena memang saya paling senang tampil perfect apalagi jika mau melayani masyarakat karena dari penampilan, masyarakat sudah bisa menilai. Setelah berpakaian kemudian saya lanjutkan dengan sarapan pagi.

Pukul 08.00 wita mobil jemputan puskesmas sudah datang menjemput dan yang mengemudikan mobil yaitu Bidan Rita, setelah semua sudah selesai sarapan kami pun naik ke mobil untuk ke posko kerja, pagi ini pelayanan kami khususkan pada anak SD di Desa Bonea dan nanti siang baru pelayanan untuk masyarakat umum di Balai Desa Bonea.

Pukul 08.15 wita, kami sudah tiba di SD Bonea, disambut oleh guru-guru dan Kepala Sekolah, terlebih dahulu Korpos dialog dengan Kepala Sekolah untuk teknis persiapan penyuluhan dan tindakan nantinya, punyuluhan dilakukan di lapangan karena jumlah siswa yang banyak dan ternyata setelah diskusi di SD Bonea ini di gabung 3 SD untuk pelayanan anak SD. Penyuluhan dilakukan oleh Sarah dengan sangat baik karena sudah menguasai teorinya dan apa-apa yang harus di lakukan kalau menghadapi anak SD. Setelah penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan serta tindakan diruangan yang sudah di siapkan. Saya, Apri dan drg.Alif bertugas sebagai pemeriksa dan adik-adik peserta yang akan menindaki kalau memang perlu di tindaki (Extraksi. Filling, dan Scalling).

Tidak di sangka ternyata jumlah pasien anak-anak untuk Desa Bonea sangat banyak dan kami kurang persiapan untuk itu, akhirnya tampon yang kami persiapkan untuk pasien dewasa nantinya akhirnya habis juga, pukul 12.30 wita pelayanan kesehatan gigi dan mulut kami hentikan untuk sementara karena harus istirahat sejenak, makan siang dan tak lupa shalat. Nanti pukul 14.00 wita baru pelayanan untuk masyarakat umum kami mulai lagi di kantor balai desa Bonea.

Setelah istirahat, makan siang dan shalat, waktu telah menunjukkan pukul 14.00 itu artinya pelayanan untuk masyarakat umum kami akan mulai, terlebih dahulu kami kumpul di Balai Desa Bonea dan Pak Camat memberikan sambutan bagi kami, korpos dan lainnya mempersiapkan segala sesuatunya termaksud ruangan untuk pelayanan pemeriksaan dan tindakan.

Ada satu cerita seru menurut saya ketika hari pertama kerja ini, yaitu ada seorang pasien (Bapak) berpakaian dinas dengan umur kurang lebih 50 tahun dengan keluhan Gangren Radix pada Molar Pertama Bawah Kanan yang ingin di cabut, pasien ini awalnya Ardian yang kerja. Setelah di Blok Anestesi dan Infiltrasi di bagian Bukal akhirnya Ardian melakukan tes sensitifitas dan ternyata hasilnya negatif, itu artinya pekerjaan di lanjutkan untuk buka soket melalui alat ekskavator dan setelah itu memakai bein untuk melepaskan sisa akar tadi dari soketnya, tapi dengan segala upaya ternyata ardian tak berhasil meski dengan tang sisa akar sekalipun. Karena saya melihat Ardian sudah kepayahan serta tenaga yang terkuras akhirnya dia merujuk pasien ini ke saya untuk saya eksekusi. Saya lalu memakai masker dan mengambil bein, cryer, dan tang sisa akar rahang bawah untuk saya pake pada pasien rujukan ini. Dengan bein gigi sisa akar ini saya goyangkan dan setelah terdengar bunyi cek….cek…cek dan ada gelembung darah yang keluar maka saya putuskan untuk mengganti bein yang saya pake dengan tang sisa akar rahang bawah. Tapi aneh bin ajaib setelah pasien tersebut saya tinggal sebentar dan saya mau memakai alat tang sisa akar setelah saya periksa sisa akar gigi pasien tersebut ternyata sisa akar tersebut keras kembali, ini benar-benar tidak masuk di akal saya dan tidak bisa diterima dengan akal sehat. Tapi saya tidak putus asa pada pasien ini, saya lalu mengambil cryer untuk mengangkat sisa akar tersebut tapi tetap saja terasa keras bagi saya untuk mengangkat sisa akar tersebut.

Karena keringat sudah bercucuran saya lalu memanggil Apri untuk melihat pasien ini, setelah Apri melihat pasien ini, dia lalu menyuruh saya untuk melanjutkan kerja pada pasien ini dan aneh bin ajaib setelah Apri melihat pasien ini tadi, alhamdulillah gigi sisa akar pasien tersebut bisa terangkat meski harus menggunakan cryer. Setelah pasien ini diberikan obat dan pulang, ternyata dia sempat cerita dengan perawat dan bidan di puskesmas kalau pasien tersebut memakai unsur magic pada giginya dan giginya itu bisa tercabut kalau disentuh oleh seorang cewe. Untung tadi saya menyuruh Apri untuk melihat gigi pasien ini, kalau tidak mungkin pasien ini tidak selesai saya kerja. Tapi dari pasien ini saya mendapat banyak hikmah bahwa kalau kita dengan niat yang tulus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Insya Allah kita pasti akan selalu di rahmati serta selalu diridhoi oleh Allah S.W.T. Amin, serta pasti ada saja bantuan dari Allah yang tidak pernah kita duga-duga.

Tidak terasa waktu terus berjalan dan jam di hp saya menunjukkan waktu pukul 18.00 wita, itu artinya pelayanan masyarakat umum di desa bonea untuk hari ini harus di sudahi dan di tutup karena tenaga yang sudah terkuras dan ruangan juga yang tidak memadai karena sudah gelap dan tidak adanya alat penerang. Setelah berkemas dan merapikan alat-alat, kami pun kembali ke posko dengan keadaan fisik yang sangat capek dan letih serta ingin istirahat secepatnya. Pukul 18.30 kami tiba di posko dan saya lalu bergegas ke kamar mandi untuk wudhu untuk shalat magrib. Seperti biasa kalau diposko saya kalau waktu shalat magrib itu selalu berjamaah dan kali ini saya yang menjadi Imam. Setelah selesai shalat magrib saya dan teman-teman yang sudah shalat lalu makan kue dan minum teh yang sudah di siapkan oleh tuan rumah sekalian kasi lurus-lurus kaki sambil turunkan keringat dan setelah itu mandi supaya segar.

Setelah mandi malam dan shalat isya, saya lalu melanjutkan dengan makan malam bersama teman-teman se posko. Seperti biasa menu makan malam ini sangat kami senangi karena memang menu favorit kami yaitu ikan bakar disertai dengan bumbu dan lomboknya yang di campur tomat yang sangat khas dan membuat kami begitu lahap memakannya. Setelah makan malam kami lalu membuat tampon dan membungkus obat untuk persiapan besok dan diselingi dengan senda gurau dari teman-teman posko yang membuat suasana jadi rame.

Saya melihat Akbar sibuk merekup pasien kemudian melaporkannya keposko pusat, serta tak lupa dia mencatat nama-nama pasien yang dari kartu status untuk diserahkan ke puskesmas nantinya. Setelah buat tampon dan bungkus obat selesai, kami lalu bergegas istirahat supaya tenaga kami pulih kembali dan pelayanan yang kami berikan besok dapat maksimal.

Hari Kedua Kerja (Jum’at, 18 Januari 2008)

Seperti biasa pagi pukul 05.00 saya sudah terbangun untuk melaksanakan shalat subuh, setelah itu olahraga sebentar sekitar 30 menit lalu di lanjutkan berenang di sungai 5 mata air, sangat segar rasanya. Setelah mandi saya pun memakai pakaian yang rapi dan bersih serta harum karena memang saya paling senang tampil perfect apalagi jika mau melayani masyarakat karena dari penampilan, masyarakat sudah bisa menilai diri kita. Setelah berpakaian kemudian saya lanjutkan dengan sarapan pagi.

Pukul 08.00 wita mobil puskesmas sudah datang menjemput dan yang dikemudikan oleh Bidan Rita, setelah semua sudah selesai sarapan kami pun naik ke mobil untuk ke posko kerja, pagi ini pelayanan kami khususkan pada anak SD di Desa Kombungo dan nanti siang baru pelayanan untuk masyarakat umum di Balai Desa Kombungo.

Pukul 09.00 wita, kami sudah tiba di SD Kombungo, posko kerja kali ini lumayan jauh jadinya tidak sesuai dengan jadwal deh kami tiba disana. Disana kami disambut oleh guru-guru dan Kepala Sekolah, terlebih dahulu Korpos dialog dengan Kepala Sekolah untuk teknis persiapan penyuluhan dan tindakan nantinya, punyuluhan dilakukan di lapangan karena jumlah siswa yang lumayan banyak meski sekolahnya kecil. Penyuluhan dilakukan oleh Aisyah dengan sangat baik karena sudah menguasai teorinya dan apa-apa yang harus di lakukan kalau menghadapi anak SD. Setelah penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan serta tindakan diruangan yang sudah di siapkan. Saya, Apri dan drg.Alif bertugas sebagai pemeriksa dan adik-adik peserta yang akan menindaki kalau memang perlu di tindaki (Extraksi. Filling, dan Scalling).

Jumlah pasien anak-anak untuk Desa Kombungo lumayan banyak tapi kami sudah mempersiapkan sebelumnya karena belajar dari pengalaman kemarin, pukul 11.50 wita pelayanan kesehatan gigi dan mulut kami hentikan untuk sementara karena harus shalat Jum’at, istirahat sejenak, dan makan siang. Nanti pukul 14.00 wita baru pelayanan untuk masyarakat umum kami mulai lagi di kantor balai desa Kombungo.

Setelah shalat, istirahat, dan makan siang, waktu telah menunjukkan pukul 14.00 itu artinya pelayanan untuk masyarakat umum segera kami akan laksanakan, terlebih dahulu kami kumpul di Balai Desa Kombungo, korpos dan lainnya mempersiapkan segala sesuatunya termaksud ruangan untuk pelayanan pemeriksaan dan tindakan.

Ada cerita seru menurut saya ketika hari kedua kerja ini, yaitu ada seorang pasien (Bapak) dengan umur kurang lebih 54 tahun dengan keluhan Gangren Radix pada Molar Ketiga Bawah Kiri yang ingin di cabut, pasien ini awalnya diserahkan ke adik-adik tapi karena tidak ada yang mau kerja akhirnya saya yang langsung tangani. Setelah di Blok Anestesi dan Infiltrasi di bagian Bukal akhirnya saya melakukan tes sensitifitas dan ternyata hasilnya negatif, itu artinya pekerjaan di lanjutkan. Saya lalu mengambil cryer, dan tang sisa akar rahang bawah untuk saya pake pada pasien ini. Dengan cryer gigi sisa akar ini saya goyangkan dengan mencungkilnya langsung dan setelah terangkat saya tinggal mengambilnya dengan tang sisa akar. Setelah pasien ini selesai saya kerja, lalu saya memberikan obat tapi sebelumnya gigi Molar Kedua Kiri Rahang Bawah saya skelling sesuai instruksi yang ada di kartu status, setelah itu baru mempersilahkan pasien itu untuk pulang.

Tidak terasa waktu terus berjalan dan jam di hp saya menunjukkan waktu pukul 18.00 wita, itu artinya pelayanan masyarakat umum di desa Kombungo untuk hari ini harus di sudahi dan di tutup karena tenaga yang sudah terkuras dan ruangan juga yang tidak memadai karena sudah gelap dan tidak adanya alat penerang. Setelah berkemas dan merapikan alat-alat, kami pun kembali ke posko dengan keadaan fisik yang lumayan capek dan letih serta ingin istirahat secepatnya. Pukul 18.30 kami tiba di posko dan saya lalu bergegas ke kamar mandi untuk wudhu untuk shalat magrib. Seperti biasa kalau diposko saya kalau waktu shalat magrib itu selalu berjamaah dan kali ini saya berjamaah dengan drg. Alif, Akbar dan Ardian. Setelah selesai shalat magrib saya dan teman-teman yang sudah shalat lalu makan kue dan minum teh yang sudah di siapkan oleh tuan rumah sekalian kasi lurus-lurus kaki sambil turunkan keringat dan setelah itu mandi supaya segar.

Setelah mandi malam dan shalat isya, saya lalu melanjutkan dengan makan malam bersama teman-teman se posko. Seperti biasa menu makan malam ini sangat kami senangi karena memang menu favorit kami yaitu ikan bakar disertai dengan bumbu dan lomboknya yang di campur tomat yang sangat khas dan membuat kami begitu lahap memakannya. Setelah makan malam kami lalu membuat tampon dan membungkus obat untuk persiapan besok dan diselingi dengan senda gurau dari teman-teman posko yang membuat suasana jadi rame.

Seperti biasa Akbar sibuk merekup pasien kemudian melaporkannya keposko pusat, serta tak lupa dia mencatat nama-nama pasien yang dari kartu status untuk diserahkan ke puskesmas nantinya. Setelah buat tampon dan bungkus obat selesai, kami lalu bergegas istirahat supaya tenaga kami pulih kembali dan pelayanan yang kami berikan besok dapat maksimal.

Hari Ketiga Kerja (Sabtu, 19 Januari 2008)

Seperti biasa pagi pukul 05.00 saya sudah terbangun untuk melaksanakan shalat subuh, setelah itu olahraga sebentar sekitar 30 menit lalu di lanjutkan mencuci pakaian dan berenang di sungai 5 mata air, bukan main sangat segar rasanya, inilah anugerah dari Allah yang patut kita syukuri. Setelah mencuci pakaian dan mandi saya pun kembali kerumah untuk memakai pakaian yang rapi dan bersih serta harum karena memang saya paling senang tampil perfect apalagi jika mau melayani masyarakat karena dari penampilan, masyarakat sudah bisa menilai diri kita. Setelah berpakaian kemudian saya lanjutkan dengan sarapan pagi sambil menunggu teman-teman yang lain.

Seperti biasa pukul 08.00 wita mobil puskesmas sudah datang menjemput yang dikemudikan oleh Bidan Rita, setelah semua sudah selesai sarapan kami pun naik ke mobil untuk ke posko kerja, pagi ini pelayanan kami khususkan pada anak SD di Desa Labunti dan nanti siang baru pelayanan untuk masyarakat umum di Balai Desa Labunti.

Pukul 09.00 wita, kami sudah tiba di SD Labunti, posko kerja kali ini lumayan dekat dan tidak seperti kemarin yang jauh. Disana kami disambut oleh guru-guru dan Kepala Sekolah, terlebih dahulu Korpos dialog dengan Kepala Sekolah untuk teknis persiapan penyuluhan dan tindakan nantinya, punyuluhan dilakukan di lapangan karena jumlah siswa yang lumayan banyak karena memang disekolah ini digabung tiga sekolah untuk pelayanan kesehatan gigi. Penyuluhan dilakukan oleh Stefi dengan sangat baik karena sudah menguasai teorinya dan apa-apa yang harus di lakukan kalau menghadapi anak SD. Setelah penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan serta tindakan diruangan yang sudah di siapkan. Saya, Apri dan drg.Alif bertugas sebagai pemeriksa dan adik-adik peserta yang akan menindaki kalau memang perlu di tindaki (Extraksi. Filling, dan Scalling).

Jumlah pasien anak-anak untuk Desa Labunti sangat banyak tapi kami sudah mempersiapkan sebelumnya karena belajar dari pengalaman waktu hari kamis yang lalu. Oh iya, waktu pelayanan anak SD di Desa Labunti ini ada kasus kelainan gigi yang menurut saya sangat istimewa :

  1. Banyaknya kasus gigi mesiodens yang ditemukan pada anak-anak di Kec. Lasalepa.
  2. Adanya kasus gigi caninus permanen rotasi yang ditemukan pada beberapa anak di desa Labunti.
  3. Adanya kasus gigi molar pertama decidui yang granuloma di desa Labunti.
  4. Sangat jarang mendapatkan gigi anak-anak yang free caries, tapi ada yang saya dapatkan pada gigi anak ini benar-benar free caries dan susunan giginya benar-benar rapi dan bersih.

Hal tersebut di atas saya dapatkan waktu melakukan pemeriksaan di Kec. Lasalepa (Desa Bonea dan Desa Labunti).

Hal yang sangat menarik menurut saya yaitu ketika saya menemukan kasus granuloma pada gigi molar pertama kiri deciduo rahang atas yang awalnya Ardian yang kerja tapi karena dia tidak mampu akhirnya dia merujuk ke saya untuk meneruskan pekerjaannya itu. Pasien ini anak laki-laki berumur 10 tahun yang mengeluh sering sakit pada seluruh kepalanya jika gigi ini sakit atau mau mengunyah. Setelah Infiltrasi bukal dan palatal saya lalu tes sensitifitas dengan menggunakan ekscavator, setelah tes negatif saya lalu membuka soket dengan ekscavator tadi setelah itu menggoyangkannya dengan bein tapi kalau mau digoyang keras selalu terasa sakit. Saya lalu memutuskan untuk langsung memakai tang sisa akar permanen rahang atas karena waktu itu tang sisa akar decidui lagi di peke oleh teman-teman yang lain. Setelah tang yang saya gunakan mendapatkan retensi yang menurut saya sudah sangat pas maka saya lalu mulai menggoyangkan berlahan dari bukal dan palatal kemudian merotasinya sedikit. Tapi pasien merasa sangat sakit saya lalu mulai meyakinkan pasien ini kalau sebentar lagi Insya Allah gigi ini pasti tercabut dan saya harapkan dia dapat menahan rasa sakit ini sebentar. Setelah saya memasukkan beak tang ke gigi tersebut kemudian saya berlahan mulai menggoyangkannya dari arah bukal dan palatal kemudian merotasinya sedikit, cara itu saya lakukan berulang-ulang dan setelah merasa cukup saya lalu menggoyangkannya dengan cara rotasi sampai gigi tersebut tercabut meski pasien tidak kuat menahan rasa sakit tapi saya berusaha untuk mencabut gigi tersebut secepat mungkin agar trauma yang dirasakan pasien kurang, dan Alhamdulillah gigi granuloma pasien ini tercabut juga, saya jadi merasa lega.

Pukul 13.30 wita pelayanan kesehatan gigi dan mulut kami hentikan untuk sementara karena harus shalat, istirahat sejenak, dan makan siang. Nanti pukul 14.30 wita baru pelayanan untuk masyarakat umum kami mulai lagi di kantor balai desa Labunti.

Setelah shalat, istirahat, dan makan siang, waktu telah menunjukkan pukul 14.30 itu artinya pelayanan untuk masyarakat umum segera kami akan laksanakan, terlebih dahulu kami kumpul di Balai Desa Labunti, korpos dan lainnya mempersiapkan segala sesuatunya termaksud ruangan untuk pelayanan pemeriksaan dan tindakan.

Ada cerita seru menurut saya ketika hari ketiga kerja ini, yaitu ada seorang pasien (Ibu) dengan umur kurang lebih 40 tahun dengan keluhan Gangren Radix pada Incisivus Sentralis Atas Kanan yang ingin di cabut, pasien ini awalnya dikerja oleh Ardian tapi karena dia tidak mampu menangani akhirnya pasien ini dia rujuk ke saya dan sayapun langsung menangani. Setelah Infiltrasi di bagian Bukal dan Palatal akhirnya saya melakukan tes sensitifitas dan ternyata hasilnya negatif, itu artinya pekerjaan di lanjutkan. Saya lalu mengambil bein, dan tang sisa akar rahang atas anterior untuk saya pake pada pasien ini. Dengan bein gigi sisa akar ini saya goyangkan dengan mencungkilnya langsung dan setelah terangkat saya tinggal mengambilnya dengan tang sisa akar. Setelah pasien ini selesai saya kerja, lalu saya memberikan obat sesuai instruksi yang ada di kartu status, setelah itu baru mempersilahkan pasien itu untuk pulang.

Pasien kedua yang saya kerja karena hasil rujukan yaitu seorang ibu berumur kurang lebih 60 tahun dengan keluhan Gangren Pulpa pada gigi Incisivus sentralis kanan Rahang atas, awalnya pasien ini Aisyah yang kerja tapi karena dia membuat fraktur mahkota gigi tersebut akhirnya dia jadi susah menyelesaikan kasus tersebut, dia lalu merujuk ke saya, setelah saya lihat lalu saya mengambil bein untuk membuka ruang supaya saya mendapatkan retensi untuk memakai tang sisa akar. Setelah ada retensi saya lalu mengambil tang sisa akar anterior rahang atas kemudian mencabut sisa akar gigi tersebut dan alhamdulillah tercabut.

Tidak terasa waktu terus berjalan dan jam di hp saya menunjukkan waktu pukul 18.30 wita, itu artinya pelayanan masyarakat umum di desa Labunti untuk hari ini harus di sudahi dan di tutup karena tenaga yang sudah terkuras dan ruangan juga yang tidak memadai karena sudah gelap dan tidak adanya alat penerang. Setelah berkemas dan merapikan alat-alat, kami pun kembali ke posko dengan keadaan fisik yang lumayan capek dan letih serta ingin istirahat secepatnya. Pukul 19.00 kami tiba di posko dan saya lalu bergegas ke kamar mandi untuk wudhu untuk shalat magrib. Seperti biasa kalau diposko saya kalau waktu shalat magrib itu selalu berjamaah dan kali ini saya berjamaah dengan Sarah. Setelah selesai shalat magrib saya dan teman-teman yang sudah shalat lalu makan kue dan minum teh yang sudah di siapkan oleh tuan rumah sekalian kasi lurus-lurus kaki sambil turunkan keringat dan setelah itu mandi supaya segar.

Setelah mandi malam dan shalat isya, saya lalu melanjutkan dengan makan malam bersama teman-teman se posko. Seperti biasa menu makan malam ini sangat kami senangi karena memang menu favorit kami yaitu ikan bakar disertai dengan bumbu dan lomboknya yang di campur tomat yang sangat khas dan membuat kami begitu lahap memakannya. Setelah makan malam kami lalu membuat tampon dan membungkus obat untuk persiapan besok dan diselingi dengan senda gurau dari teman-teman posko yang membuat suasana jadi rame.

Seperti biasa Akbar sibuk merek-up pasien kemudian melaporkannya keposko pusat, serta tak lupa dia mencatat nama-nama pasien yang dari kartu status untuk diserahkan ke puskesmas nantinya. Setelah buat tampon dan bungkus obat selesai, kami lalu bergegas istirahat supaya tenaga kami pulih kembali dan pelayanan yang kami berikan besok dapat maksimal.

Hari Keempat Kerja (Minggu, 20 Januari 2008)

Seperti biasa pagi pukul 05.00 saya sudah terbangun untuk melaksanakan shalat subuh, setelah itu olahraga sebentar sekitar 30 menit lalu di lanjutkan mencuci pakaian dan berenang di sungai 5 mata air, bukan main sangat segar rasanya, inilah anugerah dari Allah yang patut kita syukuri. Setelah mencuci pakaian dan mandi saya pun kembali kerumah untuk memakai pakaian yang rapi dan bersih serta harum karena memang saya paling senang tampil perfect apalagi jika mau melayani masyarakat karena dari penampilan, masyarakat sudah bisa menilai diri kita. Setelah berpakaian kemudian saya lanjutkan dengan sarapan pagi sambil menunggu teman-teman yang lain.

Seperti biasa pukul 08.00 wita mobil puskesmas sudah datang menjemput yang dikemudikan oleh Bidan Rita, setelah semua sudah selesai sarapan kami pun naik ke mobil untuk ke posko kerja, pagi ini pelayanan kami khususkan pada anak SD di Desa Bangun Sari dan nanti siang baru pelayanan untuk masyarakat umum di Balai Desa Bangun Sari. Desa bangun sari ini adalah daerah transmigran dan mayoritas penduduknya suku jawa.

Pukul 09.00 wita, kami sudah tiba di SD Bangun Sari, posko kerja kali ini lumayan Jauh dan tidak seperti kemarin yang lumayan dekat. Disana kami disambut oleh guru-guru dan Kepala Sekolah, terlebih dahulu Korpos dialog dengan Kepala Sekolah untuk teknis persiapan penyuluhan dan tindakan nantinya, punyuluhan dilakukan di ruang kelas karena jumlah siswa yang tidak terlalu banyak karena memang pelayanan di desa ini khusus untuk siswa sekolah ini saja. Penyuluhan dilakukan oleh Diana dengan sangat baik karena sudah menguasai teorinya dan apa-apa yang harus di lakukan kalau menghadapi anak SD. Setelah penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan serta tindakan diruangan yang sudah di siapkan. Saya dan Apri bertugas sebagai pemeriksa dan adik-adik peserta yang akan menindaki kalau memang perlu di tindaki (Extraksi. Filling, dan Scalling).

Jumlah pasien anak-anak untuk Desa bangun Sari tidak banyak dan kami sudah memprediksikan sebelumnya.

Pukul 12.30 wita pelayanan kesehatan gigi dan mulut kami hentikan untuk sementara karena harus shalat, istirahat sejenak, dan makan siang. Nanti pukul 14.30 wita baru pelayanan untuk masyarakat umum kami mulai lagi di kantor balai desa Bangun Sari.

Setelah shalat, istirahat, dan makan siang, waktu telah menunjukkan pukul 14.30 itu artinya pelayanan untuk masyarakat umum segera kami akan laksanakan, terlebih dahulu kami kumpul di Balai Desa Bangun Sari, korpos dan lainnya mempersiapkan segala sesuatunya termaksud ruangan untuk pelayanan pemeriksaan dan tindakan.

Ada cerita seru menurut saya ketika hari keempat kerja ini, yaitu ada seorang pasien (Ibu) dengan umur kurang lebih 23 tahun dengan keluhan Gangren Pulpa pada Molar Pertama bawah Kanan yang ingin di cabut, pasien ini awalnya dikerja oleh Apri tapi karena mahkota gigi molar pertama ini fraktur dan dia tidak mampu menangani akhirnya pasien ini dia rujuk ke saya dan sayapun langsung menangani. Setelah saya periksa ternyata pasien ini memiliki kasus istimewa yaitu Molar Pertama RB yang Impaksi lateral dan gigi impaksi ini melakat ditulang rahang. Setelah Blok Anestesi dan Infiltrasi di bagian Bukal, akhirnya saya melakukan tes sensitifitas dan ternyata hasilnya negatif, itu artinya pekerjaan di lanjutkan. Saya lalu mengambil cryer, bein, dan tang sisa akar rahang bawah posterior untuk saya pake pada pasien ini. Dengan cryer gigi molar pertama ini saya goyangkan dengan mencungkilnya langsung dan membuka ruang supaya mendapatkan retensi untuk tang sisa akar. Setelah mendapatkan retensi saya lalu memecahkan gigi tersebut dengan tang sisa akar dan kemudian mencungkil akar gigi tersebut satu persatu dengan cryer. Setelah pasien ini selesai saya kerja, lalu saya memberikan obat sesuai instruksi yang ada di kartu status, setelah itu baru mempersilahkan pasien itu untuk pulang.

Tidak terasa waktu terus berjalan dan jam di hp saya menunjukkan waktu pukul 18.00 wita, itu artinya pelayanan masyarakat umum di desa Labunti untuk hari ini harus di sudahi dan di tutup karena tenaga yang sudah terkuras dan ruangan juga yang tidak memadai karena sudah gelap dan tidak adanya alat penerang. Setelah berkemas dan merapikan alat-alat, kami pun kembali ke posko dengan keadaan fisik yang lumayan capek dan letih serta ingin istirahat secepatnya. Pukul 18.30 kami tiba di posko dan saya lalu bergegas ke kamar mandi untuk wudhu untuk shalat magrib. Seperti biasa kalau diposko saya kalau waktu shalat magrib itu selalu berjamaah dan kali ini saya berjamaah dengan Sarah. Setelah selesai shalat magrib saya dan teman-teman yang sudah shalat lalu makan kue dan minum teh yang sudah di siapkan oleh tuan rumah sekalian kasi lurus-lurus kaki sambil turunkan keringat dan setelah itu mandi supaya segar.

Setelah mandi malam dan shalat isya, saya lalu melanjutkan dengan makan malam bersama teman-teman se posko. Seperti biasa menu makan malam ini sangat kami senangi karena memang menu favorit kami yaitu ikan bakar disertai dengan bumbu dan lomboknya yang di campur tomat yang sangat khas dan membuat kami begitu lahap memakannya. Setelah makan malam kami lalu membuat tampon dan membungkus obat untuk persiapan besok dan diselingi dengan senda gurau dari teman-teman posko yang membuat suasana jadi rame.

Seperti biasa Akbar sibuk merek-up pasien kemudian melaporkannya keposko pusat, serta tak lupa dia mencatat nama-nama pasien yang dari kartu status untuk diserahkan ke puskesmas nantinya. Pukul 20.00 wita kepala puskesmas dan Sekretaris Camat datang menjemput untuk mengajak kami jalan-jalan di kota Raha. Kami lalu bersiap-siap dan tidak lama kemudian kamipun sudah berada di atas mobil. Setelah kurang lebih 1 jam berkeliling-keliling kota raha, akhirnya kami berhenti di rumah makan yang berada di pinggir pantai. Setelah memesan es teler dan gorengan saya dan teman-teman lalu menikmati pemandangan pinggir pantai di kota raha sambil menikmati es teler dan gorengan dan tak lupa di selingi dengan diskusi kecil sambil bersenda gurau sama teman-teman. Pukul 22.00 kami lalu pulang kembali ke posko dan setelah sampai di posko kami lalu bergegas istirahat supaya tenaga kami pulih kembali dan besok adalah waktunya untuk penarikan ke posko pusat dan tour atau wisata di pantai lohia sesuai dengan yang di jadwalkan oleh panitia sekaligus dirangkaikan dengan acara ramah tamah.

Senin, 21 Januari 2008

Pagi pukul 05.00 saya sudah terbangun untuk melaksanakan shalat subuh, setelah itu olahraga sebentar sekitar 30 menit lalu di lanjutkan berenang di sungai 5 mata air, bukan main sangat segar rasanya, inilah anugerah dari Allah yang patut kita syukuri. Setelah mandi saya pun kembali kerumah untuk memakai pakaian yang rapi dan bersih serta harum karena memang saya paling senang tampil perfect. Setelah berpakaian kemudian saya lanjutkan dengan sarapan pagi sambil menunggu teman-teman yang lain.

Seperti biasa pukul 08.00 wita mobil puskesmas sudah datang menjemput yang dikemudikan oleh Kepala Puskesmas Lasalepa (Pak Muslim, S.KM), setelah semua sudah selesai sarapan kami pun naik ke mobil untuk ke posko pusat mengikuti acara tour wisata dirangkaikan dengan ramah tamah, setelah sampai di posko pusat tepatnya di Hotel Anugerah kami lalu menaruh barang saja setelah itu melanjutkan perjalanan kerumah Kepala Dinas Kesehatan Kab. Muna dan setelah sampai disana melanjutkan perjalanan langsung ke pantai lohia tempat dimana acara tour wisata dan ramah tamah di adakan.

Sampai di pantai lohia, acara ramah tamah pun dimulai oleh MC dan didahului oleh sambutan ketua panitia sekaligus mengumumkan hasil rek-up pasien perposko selama 4 hari kerja. Dan setelah itu sambutan oleh ketua rombongan dan Ka Dinkes (mewakili bupati) dan penyerahan plakat. Setelah acara itu selesai kemudian di lanjutkan dengan makan siang dan setelah itu keliling / Tour pantai lohia.

Iklan

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    ade said,

    mas,pasti senang bisa membantu orang lain, semoga mjd catata pahala dan tabungan kebaikan, amin…..ade bahagia banget jika ada baksos apapun bentuknya…..Jadikan kebahagiaan kita terletak saat mampu membahagiakan orang lain…..ade jadi inget warga NTT khususnya di Silawan….disana juga dulu waktu baksos rame sampai kewalahan….ahhh jadi inget dokter Reko….disana beliau bilang banyak anak yang sakit TBC…kasian…..Semoga kesejahteraan Indonesia dapt terwujud……..SEMANGAT demi KEJAYAAN NEGERI TERCINTA……..Yang Ikhlas ya mas…kalau capek….semua pasti dicatat…asal IKHLAS

  2. 2

    agus kab.muna labaha said,

    lakukanlah yang terbaik,menurutku anda akan mendapatkan pahala sesuai dengan apa yg anda lakukan.aku sbg orang muna merasa terharu dengan kisah anda.saya akan slalu mendoakan anda ,agar slalu semangat dlam melakukan pekerjaan.PESAN;BEKERJALAH SEPERTI JANTUNG,

  3. 3

    RAJ said,

    mas trimaksih mas atas bantuannya terhadap saudara2 saya di Kab Muna, semoga amal ibadahnya di balas Oleh Allah SWT, dan semoga cita2nya dapat terwujud.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: